Surat Al A’la dan Artinya, Dibaca Rasulullah Tiap Salat Jumat

Surat Al A'la dan Artinya

Surat Al A’la terdiri dari 19 ayat yang tergolong dalam surat Makkiyah menurut pendapat jumhur ulama. Surat ini adalah wahyu ke-7 yang diterima oleh Rasulullah SAW, yakni sesudah turunnya surat Idza asy-Syamsu Kuwwirat atau Surat At Takwir.

Mengutip buku At-Tadzkir: Metode Menghafal Juz ‘Amma karya Tim Genta Hidayah, surat Al A’la dimulai dengan firman Allah yang bermaksud menyucikanNya dari segala kekurangan dan menyifatiNya dari semua sifat agung yang mulia.

Sebab itu, isi dan kandungan surat ini terbagi dalam dua tema besar yakni, menyucikan sifat-sifat Allah SWT dan mengingatkan manusia untuk mempersiapkan bekal di akhirat kelak.

Untuk lebih memahami informasi mengenai surat ini, berikut pemaparan terkait bacaan, keutamaan, hingga asbabun nuzul surat Al ‘Ala,

Keutamaan Surat Al A’la

Telah disebutkan dalam sejumlah hadits bawa surat Al A’la mengandung beberapa keutamaan. Salah satunya sebagai surat yang paling disukai atau paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW.

Rasulullah membaca surat ini pada rakaat pertama salat Jumat, salat led, salat Witir dan sesekali dalam rakaat pertama salat Maghrib. Hadits dari Nu’man bin Basyir RA, ia berkata,

Rasulullah bisa membaca surat Al A’la dan surat Al Ghasiyah dalam salat dua hari raya dan salat Jumat. Bila salat Ied bertepatan dengan hari Jumat, beliay juga membaca kedua surat tersebut dalam kedua salat itu,” (HR Muslim).

Selain itu, Abu Ubaid meriwayatkan dari Abu Tamim tentang keutamaan lain dari surat Al A’la.

Rasulullah SAW bersabda, “Aku lupa tasbih-tasbih yang paling utama,”

Baca Juga :   SD al-Rasyid Pekanbaru | Profil & Keunggulan | SD Terbaik di Pekanbaru

Maka Ubay berkata, “Boleh jadi ia adalah surat Al A’la?

Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Ya, benar,”

Bacaan Surat Al A’la Ayat 1-19, Latin, dan Artinya

  1. سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

Bacaan latin: sabbihisma rabbikal-a’lā
Artinya: “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi,

  1. الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ

Bacaan latin: allazī khalaqa fa sawwā
Artinya: “Yang menciptakan, lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya).

  1. وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ

Bacaan latin: wallazī qaddara fa hadā
Artinya: “Yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,”

  1. وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَىٰ

Bacaan latin: wallazī akhrajal-mar’ā
Artinya: “dan Yang menumbuhkan rerumputan,”

  1. فَجَعَلَهُ غُثَاءً أَحْوَىٰ

Bacaan latin: fa ja’alahụ gusā`an aḥwā
Artinya: “lalu dijadikan-Nya (rumput-rumput) itu kering kehitam-hitaman.”

  1. سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسَىٰ

Bacaan latin: sanuqri`uka fa lā tansā
Artinya: “Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) sehingga engkau tidak akan lupa,”

  1. إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَا يَخْفَىٰ

Bacaan latin: illā mā syā`allāh, innahụ ya’lamul-jahra wa mā yakhfā
Artinya: “kecuali jika Allah menghendaki. Sungguh, Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.”

  1. وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَىٰ

Bacaan latin: wa nuyassiruka lil-yusrā
Artinya: “Dan Kami akan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan (mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat),”

  1. فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَىٰ

Bacaan latin: fa zakkir in nafa’atiz-zikrā
Artinya: “oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat,

  1. سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَىٰ

Bacaan latin: sayazzakkaru may yakhsyā
Artinya: “orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,”

  1. وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى

Bacaan latin: wa yatajannabuhal-asyqā
Artinya: “dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,”

  1. الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَىٰ

Bacaan latin: allazī yaṣlan-nāral-kubrā
Artinya: “(yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka),”

  1. ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ
Baca Juga :   SDIT Miftahul Iman | SDIT Terbaik di Pekanbaru | Program Unggulan

Bacaan latin: summa lā yamụtu fīhā wa lā yaḥyā
Artinya: “selanjutnya dia di sana tidak mati dan tidak (pula) hidup.”

  1. قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ

Bacaan latin: qad aflaḥa man tazakkā
Artinya: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),”

  1. وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ

Bacaan latin: wa zakarasma rabbihī fa ṣallā
Artinya: “dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia salat.”

  1. بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

Bacaan latin: bal tu`sirụnal-ḥayātad-dun-yā
Artinya: “Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia,”

  1. وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

Bacaanlatin: wal-ākhiratu khairuw wa abqā

Artinya: “padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.”

  1. إِنَّ هَٰذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ

Bacaan latin: inna hāzā lafiṣ-ṣuḥufil-ụlā
Artinya: “Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,”

  1. صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ

Bacaan latin: ṣuḥufi ibrāhīma wa mụsā
Artinya: “(yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.”

Asbabun Nuzul Surat Al A’la

Ath Thabrani meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA tentang sebab turunnya surat Al A’la ini. Suatu keika, Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad SAW dengan membawa wahyu.

Saat Malaikat Jibril membacakan wahyu, belum sampai selesai satu ayat, Nabi SAW segera mengulanginya lagi dari awal ayat. Tujuannya agar beliau tidak lupa. Maka turunlah ayat kenam dari surat Al A’la. Hal ini sebagai jawaban bahwa Allah telah menjamin Rasulullah SAW dapat mengingat Al Quran dengan baik tanpa lupa.

Sumber Asli Artikel

5/5 - (11 votes)

Leave a Reply

Your email address will not be published.